SejarahProsesi Perarakan Hosti Sakramen Mahakudus di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Paroki Ganjuran (2) Yang Sangat Khas di Gereja Ganjuran - Prosesi Sakramen Maha Kudus dalam Balutan Seni dan Budaya Jawa (1) Rahasia Allah dalam Jalan Iman; Jangan Lupa Hari Selasa - Menjadi Indonesia: Antara Lokalitas dan Globalitas Misapagi di Susteran SFS (Jl. Rumah Sakit 1) Jam 06.00: Senin - Jumat Misa pagi di Susteran OSU (Jl. Suryakencana 43) Jam 06.00: Senin - Jumat di Stasi-stasi Cikembar. Minggu III jam 09.00; Pelabuhan Ratu. Minggu II & IV jam 09.00; dan Cikaso Minggu I jam. 11.00 Bila ada perubahan jadwal atau kesalahan jadwal, mohon informasikan kepada kami. Salatiga(LENTERA) - Untuk menambah wawasan iman umat, lingkungan Santa Monica Candi, Sabtu (26/10) mengadakan kegiatan rohani yaitu mengunjungi Pertapaan para suster di Gedono Salatiga dan Gua Maria Kerep Ambarawa. Dengan kegiatan rohani ini, diharapkan umat mengenal kehidupan para suster yang ada di sana. Kehidupan yang dijalani dengan jadwal doa yang ketat tidak membuat para suster itu Misarabu Abu akan diadakan Hari rabu 26 februari 2020 Pukul 05.30 Pukul 17.30 Pukul 20.00 Untuk Misa di kapel perayaan rabu Abu akan diadakan pada Pukul 18.00 Lokasi gereja Santo fransiskus xaverius berada di jalan melati no.1 rt 1 rw 12 rawabadak utara kecamatan koja Jakarta utara no telpon 02143931808 Kalaitu, Gereja mengenang 100 tahun dogma "Maria Terkandung Tanpa Noda". Menindaklanjuti itu, pastor Paroki St Yusuf Ambarawa, Romo J. Reijnders, menghimbau umat untuk menyelenggarakan perayaan penghormatan kepada Bunda Maria. Kemudian Romo Bernardus Soemarmo SJ diminta untuk membuat sebuah gua tempat devosi kepada Bunda Maria. Telahmeninggal dunia dengan tenang saudari kita tercinta MF MURNININGSIH Pada Hari/tanggal: Sabtu, 30 Juli 2022, Pukul: 17.35 WIB di usia: 72 tahun 1IvAxb. Bicara tentang wisata rohani, erat kaitannya dengan tempat-tempat yang diyakini oleh kita umat beragama Katolik untuk mengikuti misa syukur, atau hanya sekedar berdoa dalam keheningan batin. Dalam agama kita pun ada seorang wanita yang sangat kita kagumi akan ketenangannya, kegigihannya, serta kepasrahannya kepada Tuhan Allah kita. Ya, Anda benar. Ia adalah Bunda Maria, ibu dari kita semua. Jika Anda mengunjungi Yogyakarta dan ingin berwisata rohani serta berziarah, maka sudah pasti Anda wajib mengunjungi banyak Gua Maria yang tersebar di seluruh kabupaten Yogyakarta. Berikut ini adalah tempat-tempat ziarah yang bisa Anda kunjungi, Anda bisa pergi bersama keluarga atau sahabat untuk menambah ketenangan hati. Berkah Dalem. Daftar Gua Maria di Jogja & Sekitarnya Gua Maria Tritis Gua Maria Kerep Gua Maria Sendangsono Gua Maria Kaliori Gua Maria Lawangsih Gua Maria Ganjuran Gua Maria Gantang Gua Maria Giri wening Gua Maria Mojosongo Gua Maria Jatiningsih Gua Maria Sriningsih Gua Maria Kerep – Ambarawa Berjarak sekitar 80KM dari gereja kami, melalui Jl. Semarang-Yogyakarta dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam 15 menit untuk mencapai tujuan. Oleh-oleh atau buah tangan yang khas di tempat ini adalah adanya maros jika Anda suka atau jajanan lain di sekitar pintu masuk kompleks ziarah terutama di malam hari. Dalam perjalanan menuju ke atau dari sana, Anda pun dapat mampir ke Eva Coffee House jika ingin sekedar melepas penat setelah berkendara. Alamat jelas Gua Maria Kerep Ambarawa dan kontak yang bisa Anda hubungi ada di bawah. Alamat Gua Maria Kerep Ambarawa Alamat Jl. Tentara Pelajar, Kerep, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Telp 0298-592085, 08562881811 Aris Email sekgmka Website • Gua Maria di Jogja – Lawangsih Jarak dari gereja kami Paroki Jetis sekitar 31KM melalui Jl. Godean-Yogyakarta dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam saja menuju ke sana. Oleh-oleh atau buah tangan yang khas di Gua Maria ini sampai per tahun 2014 belum ada karena letaknya yang agak menyempil namun dengan pemandangan alam yang sungguh luar biasa dengan katakombe yang menjadi tempat berdoa. Alamat jelas Gua Maria Lawangsih dan kontak yang bisa Anda hubungi ada dibawah. Alamat Gua Maria Lawangsih Kulon Progo Alamat Dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Purwosari, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674 Telp 0852-9219-3234 Website • Gua Maria di Jogja – Sriningsih Jarak dari gereja kami Paroki Jetis sekitar 22KM melalui Jl. Raya Solo dan dapat Anda tempuh dalam waktu 59 menit saja untuk mencapai tujuan. Jarak tempuh berjalan dari tempat parkir kendaraan menuju sendang cukup menantang di Gua Maria Sriningsih ini. Jika Anda pernah mengunjungi Gua Maria Cisantana di Kuningan, yang ini jaraknya lebih pendek namun medannya lebih curam 🙂 Tahun 2014 Oleh-oleh atau buah tangan yang khas di Gua Maria ini per 2014 hanya ada warung kecil untuk sekedar membeli camilan. Kalau ingin berhenti di Anda bisa mampir beberapa tempat makan yang menarik seperti Cupuwatu Resto Web atau sekedar melepas dahaga dengan meneguk segarnya es dawet dalam perjalanan pulang di daerah Bong Supit, Kalasan-Prambanan. Cerita menarik yang pernah saya alami, saat pertama mengunjungi Gua Maria ini saya tidak menyangka medannya seperti itu, sedikit ngos-ngosan, namun it’s incredibly worthed. Suasana tenang ketika pertama kali mengunjungi tempat ini sangat saya syukuri. Juga jika Anda jeli ada tempat spot foto yang menarik dan sangat indah. Petunjuknya perhatikan saat menanjak naik ke atas di tikungan kedua. Selamat hunting spot foto ! Alamat Gua Maria Sriningsih Prambanan Alamat Jali, Gayamharjo, Prambanan, Gayamharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572 Telp 0822-2508-1258 Website – Sekokoh Batu Penjuru, Setegar Batu Karang Bangunan megah dengan arsitektur khas Negeri Kincir Angin itu masih kokoh, tegar berdiri. Usianya telah lebih dari seabad, namun pesonanya tetap melekat di hati umat. Gereja Jago, demikian umat dan masyarakat Ambarawa lebih mudah menyebutnya. Bukan tanpa alasan kiranya, mengingat gada-gada berbentuk ayam jago yang diletakkan pada bagian puncak menara itu sampai sekarang masih berfungsi dan tak pernah mengeluh diterpa pusaran angin yang rajin bertiup di cekungan Kota Ambarawa dengan perbukitan dan gunung-gunung yang melingkupinya. Menilik sekilas arsitektur bangunannya, Gereja Jago tak lepas dari sejarah panjang kolonialisme Belanda di Persada Bumi Pertiwi ini. Kedatangan Pastor-Pastor Belanda di Tanah Jawa pada abad 19 mengawali proses panjang berdirinya Gereja Katolik Santo Yusup Ambarawa. Bangunan megah tersebut semula diperuntukkan sebagai sarana peribadatan bagi para tentara Belanda yang menduduki area Ambarawa dan sekitar. Seiring pepatnya waktu dalam pergolakan revolusi di negeri ini, tunas-tunas iman masyarakat pribumi mulai bertumbuh dan bermekaran. Sejarah panjang Gereja Katolik Santo Yusup Ambarawa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Jago, tak lepas dari peran para pastor Belanda. Tercatat sejak tahun 1859 hingga masuknya bala tentara Negeri Matahari Terbit di tanah ini, sederet pastor Belanda pernah berkarya di Ambarawa, diantaranya Pastor C. Franssen Pr 1859 – 1861Pastor J. Sanders 1861 – 1862Pastor Joannes F. van der Hagen SJ 1862 – 1868Pastor Joannes de Vries SJ 1868 – 1871Pastor Fransiscus de Bruijn SJ 1872 – 1879, 1881-1900Pastor Joannes Hendrichs SJ 1879 – 1881Pastor Mauritius Timmers SJ 1900 – 1903Pastor Fredericus van Meurs SJ 1904Pastor Cornelius Stiphout SJ 1905Pastor Adrianus van Kalken 1920Pastor Leopoldus van Rijckevorsel SJ 1928 – 1936Pastor Hubertus Snijders SJ +1940Pastor Joannes ten Berge +1940Pastor Josephus Dieben SJ +1940 Secara umum sejarah perkembangan Gereja Katolik di Ambarawa dibagi dalam dua fase, yaitu sebelum resmi menjadi paroki dan setelah resmi menjadi paroki mandiri. Ambarawa Sebagai Stasi Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan Imperialis Belanda, turut menjadi pintu masuknya ajaran agama Katolik di negeri ini. Pastor-pastor Belanda didatangkan langsung dari Negeri Kincir Angin guna memenuhi kebutuhan religi serdadu-serdadu Belanda di tanah jajahan, tak terkecuali Indonesia. Misi ataupun tugas perutusan yang awalnya hanya untuk pelayanan orang-orang Belanda, pada akhirnya berkembang dan menyebar hingga ke seluruh pelosok negeri, termasuk di Pulau Jawa. Dengan semakin banyaknya jumlah umat yang harus dilayani dan atas dasar usulan dari Uskup setempat saat itu, maka pada tanggal 2 Agustus 1859 dikeluarkanlah Surat Keputusan dari pemerintah tentang pendirian stasi baru di Ambarawa. Pada mulanya, Stasi Ambarawa berada di bawah pelayanan rohani Paroki Santo Yosep Gedangan, Semarang. Distrik Gereja ataupun stasi yang baru ini Stasi Ambarawa menjangkau hingga daerah-daerah yang terbilang cukup luas, yaitu mulai dari Salatiga, Surakarta, Madiun, dan bahkan hingga sampai Pacitan. Jumlah umat Katolik di seluruh tempat tersebut diperkirakan sebanyak umat. Sebagian besar adalah dari militer Belanda. Sedang pastor pertama yang berkarya di Stasi Ambarawa adalah Pastor C. Franssen Pr. Beliau berkarya selama tiga tahun, yaitu mulai dari tahun 1859 hingga 1861. Pada tanggal 26 Desember 1859, Pastor C. Franssen Pr. membentuk Pengurus Gereja dan Papa Miskin PGPM, yang kegiatannya dipusatkan di Fort Willem I, yang merupakan rumah sakit militer terbesar saat itu. Tahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 30 April 1860, keluarlah Surat Keputusan dari Uskup. Secara garis besar, isi dari Surat Keputusan tersebut adalah mengizinkan Pastor C. Franssen Pr untuk mendirikan gereja dan Pastori. Tetapi karena Beliau tidak lama bertugas di Ambarawa, izin tersebut tidak sempat dimanfaatkan. Pada tanggal 18 Agustus 1861, Pastor C. Franssen Pr mendapat tugas baru di Larantuka. Penggantinya adalah Pastor J. Sanders dari Larantuka. Namun demikian, karena menderita sakit, beliau juga tidak lama berkarya di Ambarawa. Pada tanggal 31 Mei 1862, Pastor Joannes F. van der Hagen SJ datang ke Ambarawa menggantikan pastor sebelumnya. Sejak saat itu, umat Katolik di Ambarawa mulai dilayani oleh Pastor-Pastor dari Serikat Yesus SJ. Pastor Joannes F. van der Hagen SJ berkarya di Ambarawa kurang lebih selama 5 tahun. Pada tahun 1865 Ambarawa memiliki umat Katolik sebanyak orang. Dari jumlah tersebut, orang diantaranya adalah dari militer. Dalam tahun itu pula tercatat ada pembabtisan sebanyak 88 orang. Pada tahun 1868, Pastor Joannes de Vries SJ datang ke Ambarawa dan menggantikan pastor sebelumnya. Beliau bertugas sampai tahun 1871. Dari tahun 1872 – 1879, Pastor Fransiscus de Bruijn SJ bertugas di Ambarawa. Beliau berangkat cuti ke negeri Belanda pada 10 November 1879. Kedudukannya digantikan oleh Pastor Joannes Hendrichs SJ sebagai pastor di Ambarawa. Pada tanggal 16 April 1881 Pastor Hendrichs menjalani cuti sakit dan Pastor Bruijn kembali dari cuti, Beliau berkarya lagi di Ambarawa sampai tahun 1900. Pada pertengahan tahun 1881, Ambarawa dilanda epidemi kolera yang hebat. Angka kematian umat meningkat drastis. Pastor de Bruijn bekerja keras berulang-ulang memberi Sakramen Minyak Suci, pernah dalam sehari sampai 13 kali. Pator ini menetap di Ambarawa hanya 2 minggu dalam sebulan, sisa waktu harus berkeliling ke Salatiga, Solo, Madiun dan kota-kota di sekitarnya. Ambarawa Sebagai Paroki Menurut “Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia” tahun 1993, halaman 178, Ambarawa mulai berstatus sebagai paroki pada tahun 1896. Memperhatikan Buku Pembabtisan yang disimpan di Gereja Santo Antonius Purbayan Surakarta, pada tanggal 29 Maret 1896 tercatat ada 17 babtisan di Bumi Ambarawa, terutama bayi. Pada saat itu Gembala yang melayani adalah Pastor F. de Bruijn SJ yang bekerja di Ambarawa selama 19 tahun 1872 – 1900. Ambarawa telah memiliki Pastor Kepala Pastor F. de Bruijn SJ yang telah bekerja di wilayah itu selama belasan tahun, oleh sejarah gereja, Ambarawa dinyatakan sebagai paroki. Setelah Pastor F. de Bruijn SJ meninggal, penggantinya adalah Pastor Mauritius Timmers SJ yang menjabat pastor di Ambarawa mulai 19 Desember 1900 sampai 1903. Kemudian selama satu tahun pastor Fredericus van Meurs SJ menjabat pastor di Ambarawa, yaitu pada tahun 1904. Mulai tahun 1905 jabatan pastor di Ambarawa dipegang oleh pastor Cornelius Stiphout SJ. Pastor Stiphout di Ambarawa memasuki pastoran baru. Ketika itu fondasi gereja baru sudah ditanamkan. Pada akhir tahun 1906 gereja baru diberkati. Sekarang gereja dan pastoran lama sudah beralih fungsi menjadi SD Pangudi Luhur Ambarawa. Llokasinya berhadapan tepat dengan terminal bus Ambarawa saat ini. Mulai tahun 1906 sampai tahun 1920 tidak ditemukan catatan-catatan mengenai perkembangan paroki Ambarawa, seperti tentang kemajuan di Muntilan, Mendut, Yogyakarta, dan di Flores, kecuali catatan mengenai pembabtisan, perkawinan, yang disimpan di gereja Santo Antonius Purbayan Surakarta. Baru pada tahun 1920 ada tertulis “Pada bulan November 1920, Normalschool yang kedua, yang diselenggarakan di Muntilan dipindahkan ke Ambarawa dengan Pastor Adrianus van Kalken sebagai direkturnya.” Inilah awal mula berdirinya St. Yosef College dan Ambarawa mempunyai pastor tetap lagi. Pembangunan gereja Santo Yusup Ambarawa yang sekarang ini Gereja Jago dimulai pada tahun 1923 di atas tanah yang sebagian besar sudah digunakan untuk Normalschool itu. Peletakan batu pertama terlaksana pada tanggal 27 Mei tahun itu. Pada tanggal 27 April 1924 gereja yang megah dan indah itu diberkati. Gereja yang dapat menampung umat sebanyak orang ini, statusnya sebagai gereja ataupun tempat ibadah bagi Normalschool Maria di Ambarawa untuk mendidik calon guru Katolik wanita. Orde Franciscanessen ini memiliki misi di Jawa Tengah sebagai pendukung perkembangan iman Katolik. Pada tanggal 15 September 1926, Mgr. van Velsen berkenan memberkati biara beserta bangunan Normalschool khusus untuk calon-calon guru wanita di Ambarawa. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 08 Juli 1928, Pastor van Kalken, memberkati gedung sekolah MULO dengan asrama milik Bruder OO, sekarang lebih terkenal dengan nama FIC. Satu tahun berikutnya, pada bulan Februari 1929, lembaga pendidikan dari Serikat Yesus di Ambarawa dinyatakan sebagai College. Dengan demikian pengembangan iman di Paroki Ambarawa didukung oleh sekolah-sekolah Katolik. Sarana pembinaan iman lainnya, seperti pengadaan makam untuk para imam, biarawan-biarawati, hingga umat Katolik, dimulai pada tahun 1931. Pada tahun ini, tanggal 19 Juli 1931, dilangsungkan pemberkatan kapel di Kerkhof, yang rancangannya disusun oleh Pastor van Kalken. Sebagian kerkhof untuk pemakaman pastor, sebelah kanan untuk para bruder dan di sebelah kiri untuk para suster. Sedang halaman luas disediakan untuk pemakaman umat Katolik Ambarawa. Setiap bulan sekali di kapel itu diselenggarakan misa kudus khusus untuk para arwah. Pada waktu itu yang menjabat rektor College St. Yusup adalah Pastor Leopoldus van Rijckevorsel SJ. Beliau bertugas dari tahun 1928 – 1936. Banyak yang dilakukan oleh pastor ini, diantaranya di Ungaran meletakkan batu pertama untuk gereja setempat pada tanggal 14 Agustus 1932. Tanahnya diperoleh dari sumbangan persembahan seorang ibu Katolik. Oleh beliau gereja tersebut diberkati pada tanggal 22 Januari 1933. Kegiatan lain yang dilakukan disamping pelayanan rutin, juga mengadakan retret tertutup untuk umat yang kurang mampu. Pada tanggal 01 Agustus 1940, diangkat seorang katekis yaitu Hieronimus Suparlan Prawirodirdjo oleh Pastor Hubertus Snijders SJ. Ia mulai menjadi warga paroki St. Yusup Ambarawa pada bulan Juli 1933 mengikuti RJ Djajaatmadja, guru Normalschool pindahan dari Muntilan. Pada waktu itu yang menjadi rektor college sekaligus sebagai pastor adalah Pastor Rijckevorsel SJ yang dibantu oleh Pastor Joannes ten Berge dan Frater Alfonsus Darmawijata serta para bruder dan suster. Bapak Hieronimus Suparlan kemudian dibina oleh Pastor Josephus Dieben SJ. Ia mulai menjalankan tugasnya mengajar agama di sekolah-sekolah Volkschool hingga berkembang sampai ke kampung-kampung. Pada waktu Jepang masuk Ambarawa, pastoran, bruderan dan susteran menjadi kosong. Para pastor, biarawan dan biarawati diinternir ditahan. Pelayanan rohani dilakukan oleh Bruder Woerjoatmadja dan Lalu datanglah Pastor Sutopanitro SJ di Ambarawa, yang kemudian disusul oleh pastor-pastor yang lain terutama setelah perang kemerdekaan. Pada saat itu umat Katolik di Ambarawa tinggal tersisa kira-kira 150 orang. Dengan adanya tempat peziarahan Gua Maria Kerep Ambarawa yang diawali pada tahun 1954, kemudian dikembangkan dan masih terus dikembangkan lagi oleh Keuskupan Agung Semarang, semakin menambah geliat kehidupan iman umat Katolik di Paroki Ambarawa. Acara novena minggu kedua terhadap Bunda Maria yang dimulai setiap bulan September dan diakhiri setiap bulan Mei, menarik pengunjung dari kota-kota lain. Hal ini membuat Paroki Ambarawa semakin banyak dikenal. Saat ini, Paroki Ambarawa memiliki KK, dengan ± jiwa. Jangkauan pelayanan meliputi 18 wilayah, 73 lingkungan di Kecamatan Ambarawa, Bandungan, Sumowono, Bawen, Jambu, dan Banyubiru. Pada hari Minggu, Paroki melayani 9 misa di Gereja dan kapel. Paroki memiliki 11 kapel di Tambakboyo, Bandungan, Banyubiru 2, Bawen 2, Brongkol, Gedong, Sumowono, Trayu, dan Bejalen. Kehadiran umat dalam Ekaristi harian dan mingguan, ibadat lingkungan, devosi, misa arwah, ziarah, tergolong tinggi. Jumlah umat yang hadir di gereja setiap minggunya sebanyak orang. Jumlah baptisan per tahun rata-rata 100 orang. 20 Desember 202231 Januari 2023 gereja ambarawa, gereja jago, gereja semarang, gua maria kerep ambarawa, info salatiga, info semarang, jadwal misa natal salatiga, jadwal misa natal semarang, jadwal misa natal semarang 2022, kabar salatiga, kabar semarang, katedral semarang, keuskupan agung semarang, misa natal salatiga, misa natal salatiga 2022, misa natal semarang, misa natal semarang 2022, natal ambarawa, natal salatiga, natal salatiga 2022, natal semarang, natal semarang 2022, natal ungaran Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah yang memiliki toleransi beragama yang baik. Semarang juga memiliki aneka tempat wisata & kuliner Baca Selengkapnya 19 Februari 20204 Maret 2020 adminKatolikKeren ash wednesday, ash wednesday 2020, gereja ambarawa, gereja jago ambarawa, gereja katolik semarang, gereja kendal, gereja kudus, gereja salatiga, gereja semarang, gereja solo, jadwal misa, jadwal misa rabu abu, jadwal misa rabu abu 2020, katolik kendal, misa rabu abu, misa rabu abu semarang, misa rabu abu solo, misa rabu abu yogya, rabu abu, rabu abu 2020, rabu abu semarang, rabu abu semarang 2020, rabu abu solo 2020, rabu abu yogya 2020 Admin Katolik Keren menginformasikan jadwal Misa Rabu Abu 2020 dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Agung Semarang yang meliputi area Semarang, Solo, Yogya Baca Selengkapnya Desember 2016 lalu merupakan kunjungan saya yang ke ingin kembali kesini karena ingin melihat patung Bunda Maria yang konon tingginya sekitar 142 meter, dan tentu saja saya ingin berdoa perjalanan sekitar 2,5 jam dari kota Jogja, kamipun sampai karena bulan libur, maka parkiran penuh masuk ke Gua Maria; kami menyempatkan diri mengagumi kemegahan patung Bunda itu sore sudah tiba, jadi udara mulai sejuk serta sisa sisa cuaca cerah memberikan pemandanagn dengan latar belakang gunung yang cantik. Memasuki Gua Maria, kita akan disambut dengan gerbang yang bertuliskan PER MARIUM AD JESUM yang merupakan bahasa Yunani- artinya melalui Maria kepada menuju bertuliskan kata indah itu seakan mengajak kita untuk melakukan olah batin, mengakui dosa dan merenungkan keindahan cinta Bunda Maria kepada Allah melakukan anjangsana; kami menuju Taman yang ada di sisi lain Gua Maria. Taman itu memang tetap asri dengan rumput hijaunya dan beberapa patung disana sini. Kami menghabiskan sore di taman indah ya kalau kesini jangan lupa mampir di kantinnya ya. Di kantin ada pecel enak di lantai legendaris yang membuat rindu kembali ke Kerep ini tak suka pecel, banyak berjejer makanan tradisional dan es jeruk asli yang segar memanti dengan penjualnya yang ramah juga beberapa toko rohani dissana. Berapa lama waktu yang ideal untuk berziarah ke Gua Maria Kerep Ambarawa ? Gua Maria Kerep terletak di kota Ambarawa, untuk saat ini bisa ditempuh dari kota Yogyakarta dan Semarang yang paling terdekat. Menuju ke kota Ambarawa akan admin bahas dari 2 kota Semarang dan Yogyakarta yaaa, dimulai dari kota Semarang yaaa Jika naik pesawat terbang akan turun di Bandara Ahmad Yani, oiya bandara Semarang saat ini sudah mendarat di bandara baru yaaa, dari Bandara Ahmad Yani Semarang perjalanan akan dilanjutkan dengan bis atau mobil dengan lama perjalanan kira-kira 1 jam-1,5 jam tergantung dari traffic yang saat itu sedang terjadi. Perjalanan darat menuju Gua Maria Kerep Ambarawa akan disuguhi pemandangan yang cukup indah, jadi usahakan mendarat di kota Semarang pagi hari yaaa 🙂 Perjalanan menggunakan kereta api akan berakhir di Stasiun Poncol atau Stasiun Tawang lalu dilanjutkan perjalanan darat sama seperti ketika sudah mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang. Untuk perjalanan menuju kota Semarang menggunakan kereta api sebaiknya perjalanan pagi hari sehingga bisa menikmati pemandangan laut lepas langsung dari jendela kereta api 🙂 Oke bagaimana sebaiknya untuk perjalanan keluarga ? Naik Kereta Argo Muria pagi hari dari stasiun Gambir, akan tiba di stasiun Semarang Tawang jam jika perjalanan tidak delay yaaa catatannya itu 🙂 Istirahat sejenak, lalu makan siang di kota Semarang dengan menu khas Semarang yang akan membawa cerita berbeda ketika kembali ke Jakarta. Jam menuju ke Gua Maria Kerep Ambarawa, dan akan tiba di Gua Maria Kerep Ambarawa sekitar pukul gunakan jaket untuk bisa menikmati hawa di Gua Maria Kerep Ambarawa dengan baik. Ziarah dan berdoa sampai dengan kira-kira jam lalu melanjutkan perjalanan ke penginapan yang sudah dipilih, yang terdekat dan nyaman dari Gua Maria Kerep Ambarawa. Pagi hari setelah cek out dari penginapan di daerah Ambarawa, sarapan makanan khas Ambarawa, oiya makan malam nya bisa sambil menikmati tahu serasi khas dari daerah Bandungan yang lokasinya tidak jauh dari Gua Maria Kerep Ambarawa. Jam 12 memulai perjalanan ke Eling Bening, lalu menikmati happy time bersama keluarga, untuk memastikan waktu bersama keluarga, perjalanan anda akan dibawa oleh driver berpengalaman dan juga sekaligus fotografer untuk memastikan semua moment tercapture dengan baik. Bisa tidak disupiri sendiri ? bisa tentu saja, sayangnya pada saat sampai di tempat ziarah driver otomatis akan kelelahan sehingga ketika ziarah driver atau supir keluarga akan tidak mengikuti ziarah dengan baik, Biasanya driver adalah kepala keluarga yaaa, karena itu kami menyarankan ikut saja program ziarah dan wisata bersama kami, maka anda akan menikmati pengalaman berbeda ketika pulang nanti. gua maria kerep

jadwal misa gereja kerep ambarawa